Mengatasi Gejala Gagal GInjal

Gagal ginjal adalah hlangnya fungsi ginjal. Hal ini mengakibatkan terjadinya retensi garam, air, dan zat buangan nitrogen (urea dan kreatinin) dan penurunan drasttis volume urine (oliguria). Melalui pengobatan dan cara mengatasi gejala gagal ginjal dan penyebabnya, maka prognosisnya membaik. Gagal ginjal yang tidak diobati dapat mengakibatkan penghentian total fungsi ginjal dan kematian.  Gagal ginjal akut terjadi secara tiba-tiba basanya berhasil diobati. Penyakit ini ditandai dengan oliguria mendadak yang diikuti dengan penghentian produksi urine (anuria) secara totaol. Hal ini disebabkan oleh penurunan aliran darah ke ginjal akibat trauma atauu cedera, glomerulonefritis akut, hemoragi, transfuse darah yang tidak cocok, atau dehidrasi berat.

Gagal ginjal kronik adalah kondisi progresif parah karena penyakit yang mengakibatkan kerusakan parenkim ginjal, seperti glomerulonefritis kronik atau pielonefritis, trauma, atau diabetes nefropati )penyakit ginjal akibat diabetes melitus). Penyakit ini diobati melalui hemodialisis (ginjal buatan) atautranplantasi ginjal. Salah satu cara dalam mengatasi masalah gagal ginjal akut adalah dengan diet gagal ginjal akut.

Tindakan diet dalam mengatasi gejala gagal ginjal adalah bertujuan mengurangi beban kerja ginjal untuk mengekskresikan zat-zat sisa disamping memberikan cukup kalori. Diet rendah protein untuk mengurangi ekskresi zat sisa yang harus memberikan cukup protein untuk perbaikan jaringan ginjal yang rusak disamping untuk keperluan lain seperti pembentukan hormone, enzim, dan antibody. Karena itu, diet rendah protein tidak boleh memberikan asupan protein yang kurang dari 20 gram per hari.

Preskripsi diet gagal ginjal akut adalah:

  1. Dapatkan banyak kalori dengan menambahkan minyak zaitun krim, mayonnaise dan atau salad dressing ke dalam makanan jika tidak terdapat kontraindikasi (misalnya, pasien harus diet rendah lemak). Minyak yang tidak jenuh lebih diutamakan daripada lemka enih karena keadaan pembuluh darah  dan aliran darah ke ginjal akan diperbaiki jika dietnya mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin E (tokoferol) yang banyak terdapat dalam minyak tak jenuh ganda.
  2. Makan daging dengan porsi yang kecil (jangan diberikan lebih dari 2 porsi per hari). Ukuran daging seberat 25 gram ataukurang lebih seperempat telapak tangan jika daging tersebut dipotong tipis. Agar tidak memberikan kesan porsi yang terlalu kecil, daging tersebut bisa saja diberikan satu kali sehari dengan potongan dua kali lebih besar.
  3. Hindarin makanan yang mengandung zat aditif sepert pewarna , pengawet dan penyedap rasa, jenis makanan ini biasanya berupa makanan instan atau makanan kalengan seperti susis, ham, korned, sirup, saus tomat, kecap dan sebagainya.
  4. Hindari makanan yang kaya natrium seperti garam, kue-kue yang asin, kecap asin, taoco/taosi, asinan buah, sayur asin, dll.
  5. Batasi konsumsi susu sampai setengah gelas perhari (1 atau 2 sendok makan susu bubuk per hari). Susu khusus untuk gagal ginjal seperi Nephrisol dapat diberikan.

 

Posted in Gejala Gagal Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gagal Ginjal Akut Dan Kronik

Gagal ginjal akut dan kronik. Hilangnya fungsi ginjal nomal pada kedua gagal ginjal tersebut mengakibatkan ketidakmampuan tubuh mempertahankan homeostatis cairan, elektroli, dan asam basa. Jika terjadi gagal ginjal kronik, maka seiring dengan waktu terjadu sekuela lain akibat gangguan fungsional ginjal. Gejala yang timbul karena berkurangnya fungsi ginjal secara kolektif disebnut sindrom uremik. Fisiologi dan gangguan ginjal dibahas dalam entri yang terpisah.

Gagal ginjal akut dan kronik memiliki perbedaaan penyebab. Gagal ginjal akut (CGA) didefinisikan sebagai hilangnya secara mendadak fungsi ginjal (renal) yang berpotensi pulih. Penyebab CGA dapat diklasifikasikan sebagai pra-renal, renal, dan pasca-renal.

  1. Penyebab pra renal secara prinsip adalah hal-hal yang menyebabkan penurunan [efusi darah ke ginjal sehingga terjadi kerusakan hipoksik, misalnya penurunan volume sirkulasi atau perubahan curah jantung.
  2. Penyebab renal mencakup kerusakan parenkim ginjal akibat nefrotoksin penyakit seperti glomerulonefritis atauu hipoksia akibat penurunan perfusi ginjal yang tidak diperbaiki dan berlangsung lama-nekrosis tubulus akit (NTA) adalah istilah yang sering berkaitan dengan CGA.
  3. Penyebab pasca-renal (obstruktif) mencakup struktur, batu ginjal, hyperplasia, prostat, dll.

Terapi CGA mencakup :

  1. Pemulihan tekanan perfusi ginjal melalui pemulihan volume vaskuler yang efektif.
  2. Memperkecil kerusakan ginjal lebih lanjut dengan menghentukan obat iatrogenic dan toksin.
  3. Terapi spesifik untuk penyebab gagal ginjal.
  4. Penggunaan bantuan dialysis, jika terapi ini diperlukan untuk membantu penatalaksanaan ganguan cairan, elektrolit, dan asam basa.

Perbedaan dari gagal ginjal akut dan kronik harusnya dapat diketahui agar tidak salah dalam melakukan penanganan pada penderitanya. Gagal ginjal kronik (CGK) adalah penurunan fungsi ginjal bersifat kronik dan ireversibel. Pasien CGKmungkin atau mungkin tidak memerlukan penggantian ginjal disertai terapi dialysis, tetapi pada gagal ginjal stadium akhir (CGSA) kegagalan mengganti fungsi ginjal mengakibatkan kematian. Semua keadaan yang mengganggu sktruktur dan fungsi normal ginjal akhirnya dapat menyebabkan CGK. Penyebab utama CGK nefropati refluks, penyakit ginjal polikistik dewasa, glomerulonefritis, penyakit tubule interstisial,dan diabetes, dll.

Istilah terapi penggantian ginjal digunakan untuk menjelaskan terapi dialysis (hemodialisis, hemofiltrasi, dialysis peritoneum) dan transplantasi ginjal. Dialysis tidak dapat menggantikan fungsi normal ginjal secara penuh, dan maksimal hanya merupakan cara untuk mengurangi sebagian gejala. Terapi dialysis yang efektif harus disertai intervensi diet dan farmakologis, yang memerlukan tingkat kepatuhan yang tinggi darti pasien.

Apabila diduga ada perubahan fungsi ginjal, perlu dilakukan evaluasi BUN, kreatinin dan elektrolit. Perlu juga dilakukan urinalisis untuk mengtahui berat jenis, osmolalitas, dan natrium urine. Pemeriksaan lain juga diperlukan, misalnya klirens, kreatinin, kimiawi darah, pemeriksaan darah lengkap, gas darah, arteru dan urine protein.

Posted in Gejala Gagal Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Gejala Gagal Ginjal Kronik

Insiden gagal ginjal kronik pada anak lebih jarang dibandingkan pada dewasa, tetapi memiliki akibat yang lebih buruk terhadap pertu buhan dan perkembangan. Biasanya gejala klinis belum terlihat hingga terjadi penurunan fungsi ginjal sampai 60-80 persen. Tanda gejala ginjal kronik klinis mungkin tidak jelas yaitu adanya gagal tumbuh , anoreksi, dan nokturia, atau dapat berupa gejala akut pada krisis kronik yang dapat disebabkan oleh adanya infeksi. Infeksi saluran kemih atau pengeluaran garam dapat mempercepat perburukan fungsi ginjal, sementara iinfeksi ekstra renal yang disertai meningkatnya katabolisme dan muntah-muntah dapat menyebabkan penurunan laju filtrasi glomerulus yang mendadak.

Selama gagal ginjal kronik beberapa nefron yang lain sudah rusak dan tidak berfungsi lagi. Nefron yang masih utuh dana berfungsi mengalami hipertrofi dan menghasilkan filtrate dalam jumlah banyak Reabsorpsi tubula juga meningkat walaupun laju filtrasu glomerulus berkurang. Kompensasi nefron yang masih utuh dapat membuat ginjal mempertahankan fungsinya sampai tiga perempat nefron rusak. Solut dalam cairan menjadi lebih banyak dari yang dapat direabsorpsi dan mengakibatkan diuresus osmotic dengan poliuria dan haus. Akhirnya, nefron yang rusak bertambah dan terjadi oliguria akibat sisa metabolisme tidak diekskresikan. Tanda gejala gagal ginjal kronik yang timbul akibat cairan dan elektrolit yang tidak seimbang, perubahan fungsi regulator tubuh dan retensi solute. Anemia terjadi karena produksi eritrosit juga terganggu (sekresi eritropoitein ginjjal berkurang). Pasien mengeluh cepat lelah, pusing dan letargi.

Tanda gejala gagal ginjal kronik adalah hiperurisemia yang sering ditemukan pada pasien dengan ESRD. Fosfat serum juga meningkat , tetapi kalsium mungkin normal atauu dibawah normal. Hal in disebabkan ekskresi ginjal terhadap fosfat menurun. Ada peningkatan produksi parathormon sehingga kalsium serum mungkin normal. Tekanan darah meningkat karena adanya hipervolemia, ginjal mengeluarkan vasopresor (rennin). Kulit pasien juga mengalami hiperpigmentasi serta kulit tampak kekuningan atau kecokelatan. Uremic frosts adalah krostal deposit yang tampak pada pori-pori kulit. Sisa metabolisme yang tidak dapat diekskresikan oleh ginjal diekskresikan melalui kapiler kulit yang  halus sehingga tampak uremic frosts. Pasien dengan gagal ginjal yang berkembang dan menjadi berat (tanpa pengobatan yang efektif), dapat mengalami tremor otot, kesemutan betis dan kakai, perikarditis dan pleuritis. Tanda ini dapat hilang apabila kegagalan ginjal ditangani dengan modifikasi diet, medikasi dan atau dialysis.

Gejala uremia terjadi sangat perlahan sehingga pasien tidak dapat menyebutkan awitan uremianya. Gejala azotemia juga berkembang, termasuk letargi, sakit kepala, kelelahan fisik dan mental, berat badan menurun, cepat marah, dan epresi. Gagal ginjal yang berat menunjukkan gejala anoreksi, mual, dan muntah yang berlangsung terus, pernapasan pendek, edema pitting, serta pruritus.

Posted in Gejala Gagal Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Terapi Untuk Gagal Ginjal

kini banyak pengobatan medis yang ditawarkan dan dilakukan untuk penderita ginjal yang salah satunya adalah dengan melakukan terapi ginjal sebagai salah satu prose atau upaya penyembuhan dan pengobatan dari penyakit gagal ginjal. Terapi untuk penderita gagal ginjal ini memang tidak mudah dilakukan begitu saja, harus melalui dan mematuhi prosedur yang ada, tak hanya itu terapi pengobatan medis untuk penderita gagal ginjal tentunya membutuhkan kesiapan mental dan materi. Karena sekali melakukan perawatan dan terapi pengobatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Berikut ini jenis terapi pengobatan untuk penderita gagal ginjal, sebagai berikut :

a. Cuci darah atua hemodialisis

Cuci darah atau hemodialisis (HD) merupakan pengobatan untuk mengganti sebagian faal ginjal pada keadaan gagal ginjal. Pada proses ini zat-zat yang tidak diperlukan tubuh yang dapat meracuni tubuh dan seharusnya dapat keluar bersama urine, dibersihkan melalui penggunaan mesin dan ginjal buatan (dialiser). Hemodialisis dapat dilakukan untuk gagal ginjal akut maupun kronik. Sekali pun metode ini menjadi pilihan utama di Indonesia, tapi biayanya mahal sekali. Pasien umumnya melakukan cuci darah 2-3 kali dalam seminggu, diketahui pada tahun 2006 lalu, 1 kali melakukan cuci darah membutuhkan biaya berkisar antara Rp. 550.000-Rp. 1.000.000,-

b. Cangkok ginjal

Cangkok ginjal merupakan terapi atau cara pengobatan untuk penderita gagal ginjal. cangkok ginjal diperoleh dari pendonor yang hiudp maupun meninggal, dicangkokkan pada tubuh penerima (penderita ginjal). Cangkok ginjal yang berhasil merupakan terapi ideal dan sekaligus impian.  Tak cuma soal biaya, kesulitan utama ada pada kesediaan calon donor dan kecocokan ginjal.

Kecuali cangkok ginjal, kedua terapi lannya-ini yang berat bukan terapi penyembuhan. Terapi itu sekedar perawatan. Peawatan menuju cangkok ginjal atau masuk dalam proses pembelajaran bersama ribuan penderita lain di Indonesia sambil berjuang menjadikan diri lebih berguna bagi keluarga dan kemanusiaan.

c. Terapi kurangi asupan garam

Garam mengikat air, akibatnya air akan tertahan di jaringan otot. Kemampuan ginjal yang sudah menurun dalam menyaring dan mengeluarkan cairan akan membuat cairan semakin lama tertahan didalam tubuh. Oleh karennya, kurangi atau batasi asupan penggunaan garam pada sajian menu masakan anda setiap harinya.

Posted in Gejala Gagal Ginjal | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal adalah penurunan fungsi ginjal yang dibedakan menjadi gagal ginjal akut (penurunan fungsi ginjal secara tepat) dan gagal ginjal kronik atau GGK (penurunan fungsi ginjal yang menahun dan tidak dapat kembali baik). Di samping gagal ginjal akut dan kronik, terdapat keadaan lain yang disebut acute on cronic renal failure yaitu penurun fungsi ginjal yang terjadi secara mendadak pada pasien yang sudah mengalami gagal ginjal kronik.

Pada gagal ginjal kronik, saat kondisi fungsi ginjal masih sekitar 25%, cuci darah masih belum diperlukan. Cukup diberikan pengobatan konservatif yaitu diet rendah portein dan obat-obatan. Jika fungsi ginjal tinggal 5 % atau sudah tidak berfungsi sama sekali atau gagal ginjal terminal (GGT) maka terapi pengganti berupa cuci darah, peritoneal dialysis, maupun transplantasi ginjal mutlak diperlukan.

Gejala penyakit ginjal

Gejala penyakit ginjal dapat digolongkan menjadi dua yaitu akut dan kronis. Gejala gangguan ginjal akut, yaitu bengkak mata dan kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), sakit jika kencing, demam, kencing sedikit, kencing berwarna merah karena mengandung darah, atau justru sering kencing. Juga ada kelainan pada urine, seperti terdapat portein , darah merah, darah putih, dan bakteri.

Gejala gangguan ginjal kronis, yaitu lemas, tak ada tenaga, tak ada nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas dan pucat/anemia. Seperti gejala gangguan ginjal akut, ada kelainan pada urine yang mengandung protein, darah merah, dan darah putih. Hasil pemeriksaan laboratorium juga memperlihatkan kreatinin darah naik, hemoglobin turun dan urine selalu positif mengandung protein.

Posted in Gejala Gagal Ginjal | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Sakit Gagal Ginjal

Penyakit gagal ginjal merupakan peradangan serius pada ginjal sehingga ginjal tidak dapat melakukan fungsinya secara normal. Ginjal merupakan organ yang berfungsi menyaring dan memebersihkan darah dari kotoran yang tidak diperlukan tubuh.

Gagal ginjal

Kotoran hasil saringan ginjal dibaung bersama urine. Peran ginjal sangat kompleks bagi tubuh. Ginjal berfungsi mengekspresikan sebagian hasil akhir metabolisme dan mengatur konsentrasi sebagian unsur cairan tubuh. Karena itu, jika terjadi gangguan fungsi ginjal dapat berakibat fatal sehingga harus segera diobati.

Penyakit gagal ginjal disebabkan kerja ginjal yang terlalu berat. Selain itu, gagal ginjal dapat disebabkan tekanan darah yang terlalu tinggi, pola makan yang tidak sehat, kurangnya mengkonsumsi cairan (air putih) dalam jumlah yang cukup, endapan asam urat yang mengkristal di ginjal, serta endapan kapur (tanin) dari teh yang dikonsumsi secara terus-menerus dalam kurun waktu yang cukup lama.

Posted in Gejala Gagal Ginjal | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment